
Our Story
Teater eL Na'ma di bentuk pada tanggal 20 juni 2000 di Ciputat Tangerang Selatan. Merupakan sebuah teater independent, yang dibangun di atas wilayah kreatifitas yang bebas dan terbuka pada berbagai pendekatan artistik dan estetik. Teater eL Na'ma berusaha memposisikan diri sebagai wadah untuk meyapa orang lain dan juga silaturahmi bagi siapa saja dan kapan saja.
​
Teater eL Na'ma berusaha menghadirkan kebahagiaan. Bukan karena memiliki hal-hal terbaik, tapi gigih berupaya menjadikan yang terbaik dari setiap yang hadir dalam setiap sepak terjang eL Na'ma. Tentunya menjadikan disiplin dan konsistensi sebagai keharusan.
​
Berbagai proses kreatif ditempuh untuk mengembangkan potensi SDM, sehingga mampu mengenal diri, mengenal tuhan dan berkiprah dalam mengembangkan seni Budaya khususnya teater di Indonesia Ini.
About
Lailatin Na'ma
Lailatin Na'ma atau biasa disebut Laila "Uliel" eL Na’ma adalah sutradara teater yang juga berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Pernah juga menjadi aktris, pemonolog, pimpinan produksi dan manager panggung.
​
Pada tahun 2000 menjadi salah satu pendiri sebuah kelompok teater yaitu Teater eL Nama yang mewadahi generasi muda maupun umum untuk berkreativitas dan menciptakan karya. Dan sekarang berkembang menjadi Yayasan El Na'ma Indonesia.
​
Aktif juga di beberapa teater diantaranya teater Mandiri. Beberapa kali meraih penghargaan sebagai aktris terbaik pada FTJS tahun 2014 dan 2017, 20 video pemonolog terpilih Jejak Virtual Aktor Kemendikbud tahun 2020, Karya yang pernah /isu yang sering dieksplorasi adalah tema sufistik dan tema perempuan.
​
Dan karya yang pernah digarap adalah : Prita Istri Kita (1999), Pagi Bening (2000), Syekh Siti Jenar (2002), mendapatkan predikat grup terbaik 2 pada Festival Teater Jakarta Selatan, Layla Majnun (2005), Ratna Manggali (2008), Dramatisasi Puisi "Perjalanan Bu Aminah" (2018), Monolog Nora dalam Ketakutan (2020), menjadi 20 finalis terpilih Jejak Virtual Aktor 2020 (yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Dramatic Reading Gue Ama Tuhan (2021), terpilih menjadi salah satu grup terbaik dalam Festival Virtual Pembacaan Naskah Lakon, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, dan Si Mirah (2022)


